ApakahPenyakit Stroke Ringan Bisa Sembuh - Stroke atau penyakit serebavaskuler adalah kematian jaringan otak (Infark serebal) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik maupun pendarahan (hermoragik). Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah.
SetelahStroke, Kenapa Seseorang Bisa Berubah Emosi dan from www.honestdocs.id. Kenapa setelah di clik kanan yang muncuk cuma delete patf, stroke path, fill path, make selection, ada duplicate path tapi tidak aktif. Setiap stroke yang membuat wajah, mulut, lidah atau rahang lemah atau tidak terkoordinasi dapat menyebabkan disartria.
Kenali9 Dampak Diabetes Bagi Kesehatan Tubuh . 19 Jun 2021 19:07 | Tim Redaksi . Ilustrasi diabetes. (Freepik). Bagikan: DENPASAR - Diabates merupakan Diabetes disebut sebagai gangguan metabolisme, sebab tubuh tidak bisa memproses asupan gula dalam tubuh. Sehingga kadar gula dalam darah meningkat dan mengganggu kinerja organ lain.
Sebenarnyatidak dapat dikatakan sebagai shape (bentuk), karena memiliki arti garis. Akan tetapi garis yang dihasilkan berbentuk persegi ataupun lingkaran yang dihasilkan dari shape tool. Penggunaan path lebih cocok untuk membuat area seleksi, sehingga pada layer panel tidak dibuat layer baru, karena cara menggunakannya dikombinasikan dengan
Stroke Apakah Bisa Sembuh Total? August 13, 2021 November 8, 2021 Peptida. Penderita Stroke mempunyai peluang lebih besar untuk sembuh jika mendapat penanganan tepat tidak lebih dari 4,5 jam setelah serangan. Secara umum 1/3 pasien stroke bisa kembali pulih tanpa cacat, 1/3 lainnya sembuh dengan cacat, dan sisanya tidak tertangani atau
Doksaya berusia 40 th pernah terkena serangan stroke bagian kanan tahun 2008 lalu, sejak sembuh jalan saya sedikit pincang dan kesemutan yg mengakibatkan saya tidak dapat membawa kendaraan lagi. Namun belakangan ini di bagian yang terkena stroke, saya merasa sendi terutama di lutut, pergelangan tangan, panggul dan tulang rusuk terasa kaku,kesemutan makin parah serta
Yangsaya maksud di sini ketika path tersebut memiliki warna pada stroke dan fillnya ya! Karena vector EPS tidak bisa mendukung ketika ada objek yang patnya terputus selagi objek tersebut mengandung warna! Kenapa kita tidak boleh menggunakan transparansi dalam vector inkscape? Alasannya, hasil transparansi tadi akan kembali menjadi warna
muoOEu. Berdasarkan penyebabnya, stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Selain dua jenis tersebut, sebagian orang bisa mengalami transient ischemic attack TIA atau dikenal dengan stroke ringan. Berikut adalah penjelasannya Stroke iskemik Stroke iskemik iskemia adalah jenis yang paling umum terjadi. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak tersumbat sehingga aliran darah ke otak berkurang. Stroke iskemik terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu Stroke trombotik Stroke trombotik disebabkan oleh terbentuknya gumpalan darah di salah satu pembuluh darah arteri yang memasok darah ke otak. Kondisi ini terjadi akibat timbunan lemak atau plak yang menumpuk di arteri aterosklerosis. Stroke embolik Stroke embolik terjadi ketika gumpalan darah embolus yang terbentuk di organ tubuh lain mengalir ke pembuluh darah yang menuju otak. Gumpalan darah tersebut umumnya berasal dari jantung. Stroke embolik sering disebabkan oleh gangguan irama jantung, misalnya atrial fibrilasi. Menurut beberapa studi, penyakit COVID-19 meningkatkan risiko seseorang terkena stroke iskemik. Kondisi ini memengaruhi sekitar 1–3% penderita COVID-19 yang mengalami gejala berat dan perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sebagian besar penderitanya juga memiliki riwayat penyakit, seperti hipertensi dan diabetes. Stroke hemoragik Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Pecahnya pembuluh darah di otak dapat dipicu oleh faktor-faktor berikut Hipertensi yang tidak terkendali Aneurisma otak Pengobatan dengan obat pengencer darah antikoagulan Penumpukan protein di dinding pembuluh darah angiopati amiloid serebral Cedera kepala, misalnya akibat kecelakaan mobil Stroke iskemik yang berkembang menjadi perdarahan otak Malformasi arteri vena Ada dua jenis stroke hemoragik, yaitu perdarahan intraserebral dan perdarahan subarachnoid. Berikut adalah penjelasannya Perdarahan intraserebral Jenis stroke hemoragik ini terjadi ketika pembuluh darah di dalam otak pecah sehingga darah mengalir ke jaringan otak dan merusak sel otak. Perdarahan subarachnoid Pada perdarahan subarachnoid, pembuluh darah arteri yang berada dekat permukaan otak pecah sehingga darah mengalir ke rongga subarachnoid, yaitu ruang antara permukaan otak dan tulang tengkorak. Transient Ischemic Attack TIA TIA atau stroke ringan adalah kondisi ketika suplai darah ke otak menurun untuk sementara waktu akibat penyumbatan pembuluh darah di otak. TIA memiliki gejala yang serupa dengan jenis stroke lain, tetapi berlangsung singkat dan dapat hilang dalam hitungan menit atau jam. Meski berlangsung singkat, TIA perlu diwaspadai karena kondisi ini bisa menjadi peringatan bahwa penderitanya mungkin mengalami stroke yang lebih parah di kemudian hari. Faktor Risiko Stroke Stroke dapat dialami oleh siapa saja, tetapi terdapat beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami stroke. Beberapa penyakit yang dapat meningkatkan risiko stroke adalah Hipertensi Diabetes Kolesterol tinggi atau dislipidemia Penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia Kelainan darah yang meningkatkan risiko tersumbatnya pembuluh darah, seperti anemia sel sabit, kelebihan kadar trombosit, polisitemia vera, atau trombofilia Sleep apnea Riwayat TIA atau serangan jantung COVID-19 Selain itu, ada beberapa perilaku atau kondisi tertentu yang juga bisa meningkatkan risiko terkena stroke, antara lain Merokok Menderita obesitas Menggunakan obat-obatan terlarang Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga Kecanduan alkohol Selain faktor-faktor di atas, stroke juga dipicu oleh kondisi lain, seperti Riwayat stroke atau darah tinggi dalam keluarga Usia lebih dari 55 tahun Jenis kelamin perempuan Perubahan hormon akibat penggunaan pil KB atau terapi hormon
Halodoc, Jakarta - Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang, yang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari penyumbatan stroke iskemik, hingga pecahnya pembuluh darah stroke hemoragik. Hal ini menyebabkan terjadinya berbagai gejala dan gangguan dalam fungsi tubuh. Salah satu hal yang juga kerap menjadi komplikasi dari stroke adalah gangguan bicara disartria. Apa yang membuat stroke sebabkan disartria? Sebelum membahas kaitannya dengan stroke, akan dibahas terlebih dahulu sedikit tentang disartria. Disartria adalah kelainan pada sistem saraf, sehingga memengaruhi otot yang berfungsi untuk berbicara. Kondisi ini kemudian menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan dalam berbicara. Gangguan yang dimaksud biasanya berupa Suara serak atau sengau. Nada bicara monoton. Irama berbicara yang tidak biasa. Berbicara terlalu cepat atau berbicara dengan lambat. Tidak mampu berbicara dengan volume keras, atau malah berbicara dengan volume terlalu pelan. Bicara cadel. Kesulitan menggerakkan lidah atau otot-otot wajah Kesulitan menelan disfagia, yang bisa menyebabkan air liur keluar secara tidak terkontrol. Baca juga 10 Gejala Umum pada Orang yang Mengidap Disartria Dapat Disebabkan oleh Stroke dan Gangguan Otak Lainnya Sebenarnya, sebagian besar fungsi tubuh diatur oleh otak, termasuk kemampuan berbicara. Itulah sebabnya orang yang mengalami stroke atau gangguan pada otak lainnya sangat berpotensi mengidap disartria. Pengidap disartria akan mengalami kesulitan dalam mengontrol otot-otot bicaranya, karena bagian otak serta saraf yang mengontrol pergerakan otot tersebut tidak berfungsi secara normal. Selain stroke, beberapa gangguan pada otak dan kondisi lainnya yang juga dapat menyebabkan disartria adalah Cedera kepala. Infeksi otak. Tumor otak. Sindrom Guillain-Barre. Penyakit Huntington. Penyakit Wilson. Penyakit Parkinson. Penyakit Lyme. Amyotrophic Lateral Sclerosis ALS atau penyakit Lou Gehrig. Distrofi otot. Myasthenia gravis. Multiple sclerosis. Lumpuh otak cerebral palsy. Bell’s palsy. Cedera pada lidah. Penyalahgunaan NAPZA. Baca juga Cedera Otak Bisa Sebabkan Disartria Jenis-Jenis Disartria Berdasarkan lokasi kerusakan yang terjadi, disartria terbagi atas beberapa jenis, yaitu 1. Disartria Spastik Ini merupakan jenis disartria yang paling sering terjadi. Disartria spastik disebabkan kerusakan pada otak besar. Paling sering, kerusakan tersebut disebabkan oleh cedera kepala berat. 2. Disartria Ataksik Disartria ataksik muncul pada seseorang akibat adanya gangguan pada otak kecil serebelum, seperti peradangan, yang mengatur kemampuan berbicara. 3. Disartria Hipokinetik Disartria hipokinetik terjadi akibat adanya kerusakan di salah satu bagian otak yang dinamakan ganglia basal. Salah satu contoh penyakit yang menyebabkan disartria hipokinetik adalah penyakit Parkinson. Baca juga Ketahui Lebih Lengkap Mengenai Disartria pada Anak 4. Disartria Diskinetik dan Distonik Disartria ini muncul akibat kelainan pada sel-sel otot yang berperan pada kemampuan berbicara. Contoh dari disartria tipe ini adalah penyakit Huntington. 5. Disartria Flaksid Disartria flaksid terjadi akibat kerusakan pada batang otak atau saraf tepi. Disartria ini muncul pada pengidap penyakit Lou Gehrig atau tumor pada saraf tepi. Selain itu, pengidap myasthenia gravis juga dapat mengalami disartria flaksid. 6. Disartria Campuran Ini merupakan kondisi ketika seseorang mengidap beberapa jenis disartria sekaligus. Disartria campuran dapat terjadi akibat kerusakan pada jaringan saraf yang menyebar luas, seperti pada cedera kepala berat, ensefalitis, atau stroke. Itulah sedikit penjelasan tentang disartria. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!
Bukan cuma itu, stroke juga bisa menyebabkan kecacatan sementara atau permanen hingga kematian tergantung pada tingkat keparahan stroke. Untuk menghindari bahaya ini, kuncinya adalah meminimalisir kerusakan otak. Semakin cepat Anda menyadari tanda dan gejala stroke serta meminta bantuan medis, semakin mungkin bahaya di atas dapat dicegah. Apa saja tanda peringatan stroke? Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Neurology, tanda-tanda peringatan stroke iskemik sering kali terlihat sejak tujuh hari sebelum serangan terjadi. Biasanya, kondisi ini didahului oleh serangan stroke ringan atau mini stroke transient ischemic attack/TIA yang memiliki kesamaan gejala dengan stroke. Hanya saja, gejala stroke ringan umumnya berlangsung dalam hitungan menit dan kurang dari 24 jam. Meski begitu, pada beberapa orang, gejala stroke ringan juga bisa muncul pada hari yang sama dengan stroke terjadi atau satu hari sebelumnya. Pada kondisi ini, penderitanya tetap membutuhkan pertolongan medis untuk meminimalisir kerusakan otak dan mencegah stroke yang lebih parah terjadi. Lantas, apa saja tanda peringatan stroke ringan tersebut? Berikut adalah beberapa tanda peringatan stroke yang perlu Anda waspadai. 1. Lemas tiba-tiba Tiba-tiba merasa lemas atau mati rasa pada lengan, wajah, atau kaki adalah tanda umum dari stroke, terutama bila hanya terjadi pada satu sisi tubuh. Bila Anda tersenyum, Anda mungkin akan menyadari bahwa salah satu sisi wajah Anda terlihat turun. Salah satu tangan Anda pun mungkin akan terkulai dan sulit untuk diangkat. 2. Tiba-tiba merasa bingung Stroke bisa menyebabkan kebingungan yang tiba-tiba. Ini termasuk tidak dapat memahami ucapan orang lain hingga sulit bicara. Contohnya, bila Anda sedang mengetik di komputer atau bercakap-cakap, Anda mungkin tiba-tiba mengalami kesulitan berbicara, berpikir, atau memahami ucapan. 3. Mendadak mengalami gangguan penglihatan Bila Anda tiba-tiba mengalami gangguan penglihatan, ini bisa menjadi salah satu tanda peringatan stroke. Anda mungkin tiba-tiba mengalami penglihatan kabur, penglihatan ganda, atau justru hilang penglihatan pada satu atau kedua mata. 4. Mendadak sakit kepala Bila tiba-tiba mengalami sakit kepala berat tanpa penyebab yang jelas, Anda mungkin mengalami stroke. Sakit kepala ini bisa dibarengi dengan pusing, mual, muntah, atau perubahan pada kesadaran, seperti pingsan atau bahkan kejang. 5. Mendadak sulit berjalan Karena lemasnya salah satu sisi tubuh, Anda mungkin mengalami kesulitan saat berjalan. Anda juga mungkin menjadi hilang keseimbangan atau pusing mendadak. Kondisi ini bahkan sering kali membuat Anda tersandung atau jatuh ketika sedang atau mencoba untuk berjalan. Apa yang harus dilakukan bila tanda peringatan stroke muncul? Bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala di atas, sebaiknya lakukan pertolongan pertama untuk stroke dan segera cari bantuan medis. Semakin cepat stroke ditangani, semakin cepat kerusakan otak bisa diminimalisir. Meski begitu, terkadang, beberapa orang tidak yakin apakah gejala yang dialami merupakan tanda peringatan stroke. Pada kondisi tersebut, Anda mungkin hanya mengira gejala yang dialami hanyalah serangan migrain atau karena faktor ringan lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak menyepelekan bila gejala tersebut terjadi. Lantas, bagaimana mengenali tanda stroke sesungguhnya? Anda bisa mengenalinya lewat metode yang merupakan kepanjangan dari hal-hal berikut. F face drooping atau wajah terkulai cobalah tersenyum dan lihat apakah ada tanda penurunan pada satu sisi. A arms weakness atau lengan melemah coba angkat tangan dan lihat apakah satu tangan tidak dapat diangkat. S speech difficulty atau sulit bicara coba ucapkan kalimat sederhana dan perhatikan apakah bicaranya tidak jelas atau aneh. T time to call 112 atau segera hubungi 112 segera hubungi 112 bila Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tanda stroke di atas. Hal lain yang perlu Anda ketahui tentang tanda stroke Seperti penjelasan sebelumnya, stroke ringan mungkin terkadang sulit dibedakan dengan gejala penyakit saraf lain, seperti migrain. Namun, bila Anda mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya jangan sepelekan. Ini termasuk jika gejala tersebut menghilang dalam hitungan menit. Pasalnya, meski tanda tersebut hanya migrain, ada risiko yang lebih besar yang bisa terjadi pada Anda di kemudian hari bila dibiarkan. Apalagi, Stroke Association menyebut bahwa seseorang yang menderita migrain dengan aura dua kali lebih mungkin untuk mengalami stroke iskemik. Meski begitu, risiko migrain terhadap stroke masih lebih rendah dibandingkan dengan faktor risiko stroke lainnya, seperti merokok atau tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, meski Anda mengalami migrain, tetap jaga kesehatan otak Anda dengan menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah tanda stroke di atas.
"Stroke adalah salah satu penyakit yang dapat menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi tubuh dan bahkan kematian. Sebelum masalah ini semakin parah, ada baiknya untuk mengetahui beberapa keluhan yang timbul saat stroke masih dalam tahap ringan."Halodoc, Jakarta - Sudah enggak asing kan dengan stroke? Beberapa dekade ke belakang, stroke seringkali dikaitkan dengan lansia. Namun, kini tak sedikit orang-orang di usia produktif berusia di bawah 35 tahun yang mesti berhadapan dengan stroke. Ingat, stroke di usia muda bisa berujung pada kondisi yang sangat serius, juga dikenal sebagai the silent killer, lantaran penyakit ini sangat berbahaya dan bisa membunuh secara diam-diam akibat kelumpuhan otak. Kalau tak menyebabkan kematian, stroke di usia muda masih bisa membawa dampak kecacatan bagi pengidapnya. Mengerikan, bukan?Nah, menyoal stroke ini, ada satu hal yang tak boleh dilupakan, yaitu stroke ringan atau transient ischaemic attack TIA. Meski menyandang kata “ringan”, tetapi TIA tau stroke ringan tak boleh diabaikan. Sebab bisa menimbulkan dampak serius di kemudian seperti apa sih gejala dari stroke ringan?Mulai dari Masalah Indra hingga SarafGejala stroke ringan kebanyakan terjadi secara tiba-tiba. Boleh dibilang gejala stroke ringan atau TIA hampir serupa dengan stroke. Bedanya, gejala stroke ringan hanya berlangsung beberapa menit dan akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan seperti apa sih gejala stroke ringan yang umumnya dialami oleh pengidapnya? Nah, berikut beberapa gejalanya menurut ahli di National Institutes of Health - pada indra, seperti pendengaran, penglihatan, rasa, dan kewaspadaan termasuk kantuk atau tidak sadarPerubahan mental, seperti kebingungan, kehilangan ingatan, kesulitan menulis atau membaca, berbicara atau memahami orang otot, contohnya kelemahan otot, kesulitan menelan, atau atau kehilangan keseimbangan dan koordinasiKurangnya kontrol atas kandung kemih atau saraf, seperti mati rasa atau kesemutan pada satu sisiIngat, segeralah temui atau tanyakan pada dokter bilang mengalam gejala stroke ringan di atas. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi gejala-gejala di atas, ada pula gejala lainnya yang mungkin muncu. ContohnyaPeningkatan tekanan darah satu sisi mulut dan wajah penderita terlihat bicara jadi kacau dan tidak atau kaki mengalami kelumpuhan atau sulit keseimbangan atau koordinasi pandangan ganda.Pandangan menjadi kabur atau memahami kata-kata orang sekitar 70 persen gejala stroke ringan bisa hilang kurang dari 10 menit atau 90 persen akan hilang kurang dari empat sudah, lalu bagaimana dengan penyebabnya?Gumpalan yang Akan Hancur dengan SendirinyaUmumnya stroke mini ini disebabkan karena gumpalan berukuran kecil yang tersangkut dalam pembuluh darah otak. Gumpalan tersebut bisa saja berupa gelembung udara atau penyumbatan ini nantinya akan menghambat aliran darah dan memicu kurangnya nutrisi dan oksigen pada bagian tertentu di otak. Kondisi inilah yang menyebabkan terganggunya fungsi apa bedanya TIA dengan stroke? Gumpalan penyebab stroke ringan akan hancur dengan sendirinya. Dengan kata lain, otak akan kembali berfungsi normal, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan yang bersifat Kuning Bagi PengidapnyaHal yang perlu digarisbawahi, meski stroke ringan tak menyebabkan gangguan permanen, tetapi kondisi ini menjadi sebuah peringatan. Peringatan kalau pengidapnya berisiko tinggi mengalami stroke di kemudian hari. Tuh, seram kan?Oleh karena itu, segeralah temui dokter ketika mengalami gejala-gejala stroke ringat. Tujuannya jelas, untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang bisa WHO penyakit kardiovaskular CVD adalah penyebab kematian nomor 1 di dunia. Diperkirakan menyebabkan 17,9 juta kematian setiap tahun. CVD merupakan sekelompok gangguan jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular, penyakit jantung rematik, dan kondisi lainnya. Nah, empat dari 5 kematian CVD disebabkan oleh serangan jantung dan stroke. Hal yang bikin resah, sepertiga dari kematian ini terjadi sebelum waktunya pada orang di bawah 70 stroke sangat berbahaya, untungnya penyakit ini masih bisa dicegah lewat beragam cara. Menurut penjelasan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dalam Kementerian Kesehatan RI - Sehat Negeriku!, penyakit kardioserebrovaskuler, seperti stroke dan penyakit jantung koroner dapat dicegah dengan mengubah perilaku yang tidak merokok atau mengisap tembakau, melakukan diet sehat dengan gizi seimbang, menjaga berat badan tepat ideal mencegah obesitas, tidak mengonsumsi alkohol, dan rutin berolahraga. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya?Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!ReferensiKementerian Kesehatan RI - Sehat Negeriku. Diakses pada 2020. Begini Cara Mengenali Gejala Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Transient ischemic Diakses pada 2020. Cardiovascular Diseases.
Biasanya, komplikasi dari stroke ini bisa diatasi dengan penggunaan antibiotik profilaktik, kateter yang diresapi antiseptik, dan peningkatan kualitas hidup dengan harapan bisa mengurangi penggunaan kateter yang tidak perlu. 4. Kejang Beberapa pasien mungkin juga mengalami kejang setelah mengalami stroke. Biasanya, komplikasi ini terjadi pada hari-hari pertama masa pemulihan pasca stroke. Namun, tak jarang, kejang baru muncul setelah dua tahun kemudian. Bahkan, beberapa pasien mungkin akan mengalami kejang berulang kali dan didiagnosis mengalami epilepsi. Padahal, terdapat perbedaan kejang setelah stroke dan epilepsi, atau akan mengalaminya di kemudian hari. Meski begitu, Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena seiring dengan berjalannya waktu, risiko mengalami kejang setelah stroke ini juga akan berkurang. 5. Penggumpalan darah Saat Anda terlalu lama berada di rumah sakit, tak jarang jika Anda mengalami penggumpalan darah, khususnya di area tubuh yang jarang digerakkan. Semakin banyak bagian tubuh yang tidak bergerak terlalu lama, risiko penggumpalan darah akan semakin besar. Namun, penggumpalan darah juga bisa terjadi meski pasien yang baru mengalami stroke sudah membaik dan masih bisa bergerak bebas. Oleh sebab itu, Anda tetap perlu memerhatikan kemungkinan terjadinya penggumpalan darah. Alasannya, gumpalan darah yang ada di dalam tubuh bisa bergerak melalui aliran darah menuju ke pembuluh darah di jantung yang berpotensi mengakibatkan penyumbatan. Kondisi ini tentu dapat menimbulkan gangguan jantung yang menyebabkan kematian. 6. Gangguan bicara Penyakit stroke berpotensi menyebabkan Anda kehilangan kontrol terhadap otot yang ada di mulut maupun tenggorokan. Sehingga, selain gangguan menelan makanan, Anda mungkin juga akan mengalami gangguan berbicara. Bahkan, Anda mungkin mengalami gangguan dalam memahami ucapan orang lain, hingga tidak bisa membaca dan menulis dengan baik. Komplikasi stroke yang satu ini disebut dengan afasia. 7. Depresi Mengalami stroke berpotensi membuat pasien mengalami penurunan beberapa fungsi tubuh. Hal ini dapat membuat Anda merasa sedih, tidak berguna, atau tidak berenergi yang berujung pada depresi. Bahkan, di waktu yang bersamaan, kamu bisa juga merasa kesal, marah, dan berbagai emosi lain yang tidak mampu dikendalikan. Komplikasi ini sebenarnya tidak berbahaya, tapi Anda tetap tidak boleh mengabaikannya. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengikuti konseling atau mengonsumsi obat antidepresan. Tak hanya itu, Anda bisa juga diminta untuk bergabung dalam support group yang mungkin dapat membantu mengembalikan rasa percaya diri. 8. Sakit kepala kronis Sakit kepala memang salah satu gejala stroke yang mungkin Anda rasakan, tetapi kondisi ini bisa saja menjadi semakin parah jika stroke tidak segera diatasi. Hal ini sangat mungkin terjadi pada pasien yang mengalami stroke hemoragik atau perdarahan. Pasalnya, perdarahan di otak dapat menyebabkan rasa nyeri di kepala. Meski begitu, Anda tidak boleh menggunakan obat-obatan stroke tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mengatasi komplikasi yang satu ini. 9. Kelumpuhan Stroke juga bisa menjadi penyebab kelumpuhan atau paraplegia, baik pada salah satu bagian tubuh, atau seluruhnya. Umumnya, kondisi ini menyerang area wajah, lengan, dan juga kaki. Untuk memastikan bahwa area-area tubuh Anda masih kuat, cobalah untuk melakukan tes sederhana. Sebagai contoh, jika ingin menguji kekuatan lengan, angkatlah kedua tangan ke atas. Pastikan bahwa keduanya tetap mengarah ke atas sebelum Anda mengontrol otot-otot di dalamnya untuk menurunkan kedua tangan tersebut. Namun, apabila salah satu tangan terjatuh di luar kendali Anda, hal ini bisa saja menjadi salah satu pertanda kelumpuhan akibat stroke. Anda juga bisa mencoba untuk tersenyum dan pastikan bahwa kedua sisi bibir Anda melengkung ke atas. 10. Nyeri bahu Menurut Collins University Health Care, Anda juga bisa merasakan sakit di area bahu sebagai salah satu komplikasi yang terjadi akibat stroke. Pasalnya, saat mengalami kondisi ini, Anda merasa tidak ada yang menyokong area lengan karena kelemahan otot atau kelumpuhan. Biasanya, kondisi ini muncul disebabkan tangan yang terdampak menjadi menggantung, menyebabkan area lengan tersebut menarik otot di area bahu. 11. Gangguan penglihatan Stroke juga bisa mengakibatkan munculnya gangguan penglihatan secara mendadak. Anda kemungkinan mengalami pandangan mata buram atau berbayang. Pada kondisi yang lebih serius, Anda mungkin kehilangan pandangan mata sebagian pada salah satu sisi mata, atau seluruhnya. 12. Ulkus dekubitus Kondisi yang juga dikenal sebagai bedsore ini merupakan komplikasi lain yang mungkin dialami oleh penderita stroke. Bedsore adalah masalah kulit atau cedera yang terjadi pada jaringan bawah kulit akibat menurunnya kemampuan bergerak atau berpindah tempat. Umumnya, pasien stroke yang mengalami kelumpuhan menghabiskan waktu terlalu lama untuk berbaring karena mengalami kelumpuhan hingga menyebabkannya mengalami kondisi ini. 13. Tegang pada otot Komplikasi lain yang mungkin Anda alami pasca stroke adalah ketegangan atau nyeri otot myalgia. Biasanya, Anda akan merasakan sakit atau ketegangan pada otot di area tangan atau kaki tepat setelah stroke atau berbulan-bulan kemudian. Namun, kondisi ini bisa diatasi dengan latihan fisik secara rutin yang bisa Anda lakukan dengan bantuan ahli terapi fisik.
kenapa stroke path tidak bisa