Meskipunanda pasang iklan di mana-mana—mengalahkan iklan korporasi—kalau makanan anda tidak enak, orang tidak akan mau berkunjung terus menerus. Lidah Tak Pernah Bohong. oleh Tappin Saragih. 9 Juli 2019. 0. A A. A A. Reset. lidah tidak pernah bohong. Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh Ibil S Widodo. Tags: makanan enak Padahal sewaktu kuliah, saya paling aktif bikin makalah, presentasi bahkan sayalah yang sering membuatkan narasi teman-teman dalam bahasa inggris. Kini timbul rasa malu, lelah dan tidak mau lagi melanjutkan kuliah. Terbayang, bagaimana sedihnya orang tua yang bertahun-tahun menunggu anak sulungnya lulus dengan sabar, tapi terus saya bohongi. MaknaFilosofis "Soal Rasa Tak Pernah Bohong". Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock. kita sering mendengar kalimat ini di media-media seperti koran,majalah, dan televisi. kalimat ini biasa dipakai dalam periklanan makanan, seperti indomie dan kecap. sepintas kalimat ini cukup sederhana 'soal rasa tak pernah bohong', jelas!, soal rasa IklanIklan Bermasalah di Indonesia, Apa Saja. Iklan adalah sesuatu yang penting bagi perusahaan untuk memasarkan setiap produknya. Dengan iklan tentunya sebuah produk bisa terkenal ke semua orang. Dengan cara penyampaian yang baik dan benar bukan tak mungkin bila banyak orang yang membeli produk tersebut. Credit : ytimg.com. Semakinmeraja. Rasa, bukanlah dosa. Karena rasa dari Sang Pencipta. Akan datang menyapa Siapa saja.. KomentarArtikel : Karena rasa tak pernah bohong. Kalimat itu mengingatkan kita kepada sebuah selogan iklan produk makanan. Sistemkami menemukan 11 jawaban utk pertanyaan TTS karena tidak pernah bohong slogan atau tagline kecap bango . Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. olrl. “Apa perlu saya semak bila iklan takde respon?” Inilah soalan yang kerap ditanya oleh peserta dalam kelas copywriting kami. Tak kurang juga yang mengadu; “Saya dah buat copywriting, dah 3-5 hari buat iklan Facebook Ads. Kenapa takde orang respon? Yang peliknya, saya tengok pesaing buat, benda yang sama, ramai jer yang respon …” Jika anda SEKARANG ada masalah di atas, berita baiknya, dalam artikel kali ini, saya akan kongsikan beberapa sebab & punca yang anda boleh semak sendiri. Selepas anda habis baca artikel ini. Anda kena tanya diri sendiri; “Aku dah buat belum, nasihat yang artikel ini kongsikan?” Tanpa buang masa. Jom kita lihat satu per satu, apa yang perlu disemak. Semak 1 – Permintaan Adakah produk yang anda jual ada permintaan? Dah cuba test market, ramai tak yang berminat dengan produk anda? Ramai tak pesaing yang jual produk, dalam niche yang sama seperti anda? Pesaing masih buat iklan atau dah berhenti menjual? Jika produk itu, anda seorang sahaja yang jual. Hati-hati! Sebab, berkemungkinan produk itu dah tiada permintaan. Produk yang TINGGI permintaan biasanya TINGGI persaingan. Jika anda menilai permintaan dengan rasa-rasa ia boleh laku'. Belum tentu apa yang anda rasa, sesuai dengan apa yang pelanggan inginkan. Rasa-rasa' sahaja tak cukup untuk membuktikan produk itu ada permintaan. Benda ini biasa berlaku, bilamana seseorang itu obses terlampau cinta dengan kehebatan produk, tanpa buat kajian permintaan. “Manusia beli bukan sebab produk. Tapi sebab, nak selesaikan masalah” Ada produk mungkin boleh selesaikan 1001 jenis masalah. Tetapi, tak semua MASALAH orang SANGGUP bayar. Ada masalah yang orang prefer untuk selesaikan sendiri. Ada masalah yang mereka perlukan orang lain untuk selesaikan. Kita kena imbangkan BESAR MANA masalah yang produk kita selesaikan dengan KESANGGUPAN orang membayar harganya. Contoh masalah Kemas Rumah! Boleh kemas sendiri Percuma Boleh minta orang lain kemaskan Kadar biasa RM30 – RM70 per jam Anda tawarkan RM200 per jam Tiada permintaan! Biasanya sebelum buat iklan klien, kami juga akan semak. Produk/servis mereka ni selesaikan masalah apa? Ada permintaan ataupun tidak? Orang sanggup bayar ke tak? Orang yang macamana sanggup bayar? Dah jumpa data-data ini, baru kita letak BOOSTER dekat kempen iklan. Ingat! Mulakan dengan semak permintaan terlebih dahulu dan berapa yang orang sanggup bayar. Takut-takut kita berada dalam zon syok sendiri' menjual produk. Semak 2 – Pelanggan sasaran Pernah tak anda terfikir? Kenapa ayat iklan yang sama, produk pun sama, si A buat menjadi, tetapi si B buat tak menjadi. Sedangkan, dah terbukti produk itu memang laku & ada permintaan. Salah satu sebabnya mungkin sasaran' yang berbeza. Nak bagi mudah faham. Saya berikan satu situasi. Contoh Jersi Bola JDT Johor Darul Takzim. “Siapa yang perlukan jersi ini?” – Peminat bola JDT. “Dimana mereka berada?” – Stadium Larkin/FB Page Southern Tiger. Apa jadi kalau saya buat ayat iklan; Mesej “Khas kepada peminat bola JDT!” Tempat Letak dekat depan Stadium Negeri Kelantan. Agak-agak ada orang respon & angkat tangan; “Saya nak.. saya nak”? Jangan harap. Sebab kita dah tersalah letak iklan. Walaupun produk ada permintaan, tapi jika sasaran tak kena atau tersalah tempat letak iklan. Iklan tetap tak dapat respon yang baik. Untuk selesaikan masalah ini, ada 2 benda penting yang anda kena kenalpasti; Kita kena kenal siapa pelanggan sasaran. Kita kena tahu dimana mereka berada. Barulah mudah iklan anda nak dapat respon nanti. Semak 3 – Copywriting Permintaan dah ada. Sasaran pelanggan dah tepat. Tetapi copywriting berbelit-belit. Ini juga antara punca kenapa iklan kita tak ada respon. Copywriting penulisan ayat iklan ini mudah jer. Bila poin apa yang pelanggan nak' ada diletak dalam ayat iklan, mereka akan respon tanpa kita paksa. Ingat semula. Salah satu tujuan kita buat copywriting; “Buatkan mereka rasa berminat nak beli & bertindak ikut apa yang kita minta” Ayat yang kita guna tak perlu guna bahasa professor. Guna ayat yang budak sekolah boleh faham. Ayat yang pelanggan mudah baca dan hadam. Macamana nak tulis ayat yang pelanggan mudah faham? Kenalpasti apa yang mereka inginkan. Kenalpasti apa yang mereka nak tahu tentang produk kita. Sampaikan ikut bahasa yang mereka guna. Namun begitu, jika ada istilah yang kita rasa penting & terpaksa guna. Sila terangkan makna istilah tersebut, guna bahasa yang mudah difahami. Kita bukan nak bertanding tulisan siapa paling hebat, kita nak pelanggan faham apa yang kita tawarkan dan bertindak segera untuk beli produk kita. That's it! Akhir kata Sebagai kesimpulan. Tak kisah anda baru dah lama berniaga, jika ada niat nak jual produk baru, sila semak dulu permintaan sebelum tempah stok beribu unit. Pastikan produk yang kita nak jual ada permintaan Pastikan kita kenal siapa pelanggan & tahu dimana mereka berada Pastikan ayat yang kita guna boleh difahami dengan mudah Semoga artikel ini membantu anda hasilkan iklan yang bagus dan dapat lebih banyak pelanggan selepas ini. Sekian terima kasih kerana luangkan masa untuk baca. p/s Maklumat lanjut tentang panduan step by step kuasai copywriting, anda boleh dapatkan di sini sebelum tempahan ditutup. Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi bahwa masyarakat bangsa kita adalah bangsa yang konsumtif. Fakta ini menunjukan semakin banyaknya pembangunan pusat perbelanjaan. Ada sebutan Mall, Square, ITC, WTC, dan lain-lain. Bukan hanya dominasi wilayah Jakarta dan Jabotabek bahkan kini merambah di setiap wilayah propinsi hingga kabupaten kita akan melihat toko serba ada. Dari kelas hypermarket hingga mini market. Tentu dengan berbagai nama-nama waralaba yang berbeda. Belanja dengan cara praktis dan modern memang sudah menjadi budaya baru masyarakat kita yang semakin dinamis. Hal ini menjadi sebuah kondisi yang menguntungkan pengelola supermarket karenanya mereka tidak perlu bersaing ketat. Sebab, mereka telah memiliki konsumen tersendiri. Budaya belanja memang telah menjadi buah bibir masyarakat dunia internasional. Bahwa bangsa Indonesia hobi berbelanja. Jika kita pergi ke sebuah plaza di luar negeri misalnya saja di Singapura kita akan jumpai orang-orang Indonesia -terutama kaum wanita, mereka pengunjung setia counter kosmetik, pakaian, tas, sepatu. Dengan rakusnya mereka memborong produk-produk budaya belanja tentu saja sebagai peluang para produsen memperbanyak produksi. Dari retail makanan, alat rumah tangga manual maupun elektrik dibuatnya. Apa pun kebutuhan hajat hidup manusia kini mudah didapatkan. Tentu saja dengan syarat uang sebagai alat beli. Walaupun anda tergolong orang yang banyak uang janganlah menjadi orang yang boros. Ingatlah peringatan Allah dalam surat Al-Israa ayat 27 "Sesungguhnya orang orang yang boros adalah saudara-saudara setan dan adalah setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."Dalam hukum ekonomi berkembangnya masyarakat akan diikuti berbagai kebutuhan. Maka permintaan pasar akan memunculkan produksi dan menumbuhkan para produsen. Korelasi munculnya berbagai produk kebutuhan akan diikuti oleh sebuah promosi. Tentu saja managemen pemasaran perusahaan akan mengemasnya dengan berbagai iklan semua iklan produk cerdas. Bahkan kebanyakan dari icon-icon iklan terasa seronok dan jorok. Bukan itu saja. Iklan-iklan yang jor-joran menebar pesona hadiah banyak mengandung kebohongan dan penipuan. Kebohongan mereka tidak tanggung tanggung. Misalnya saja produk makanan berlabel halal namun banyak yang terbongkar setelah dicek kehalalan-nya mengandung zat yang dapat dikategorikan haram. Begitu pula iklan produk yang menjanjikan hadiah miliaran rupiah dalam kemasan makanan sangat tidak masuk akal. Dan banyak masyarakat tergiur oleh promosi iklan tersebut lantas memborongnya. Berharap dan berkhayal dapat undian. Diakui atau tidak propaganda dan slogan berbagai iklan telah merasuk sanubari sebagian besar masyarakat. Anak-anak, remaja, orang tua, dari level tukang sapu hingga level karyawan bank dan para eksekutif terjangkit khayalan memenangkan undian. Dengan berlomba menyimpan uang tabungan yang dihitung kelipatan terkecil, deposito dolar, dan lain-lain mereka berharap mendapatkan salah satu hadiah yang ditawarkan. Masya Allah. Belum lagi dengan maraknya hadiah tanpa diundi dari para produk makanan menambah ramai panggung sandiwara iklan. Maraknya iklan-iklan yang menawarkan sejumlah hadiah barang maupun uang hingga bermiliar-miliar tidak mustahil memunculkan iklan-iklan 'nakal'. Pakem para pembuat iklan dan advertising bahkan sudah kebablasan. Misalnya ada 1 produk makanan ringan yang hanya diproduksi oleh sebuah rumah industri berani mengiklankan dengan hadiah bermiliar. Padahal nilai aset dari rumah industri tersebut boleh dibilang 2080. Modal 20% dan sisa nya 80 % hutang. Sebagai bangsa yang mayoritasnya adalah masyarakat Islam selayaknya kita menyikapi diri dengan tidak tergiur iming-iming iklan. Sikapilah iklan dan layanan-layanan promosi sebuah produksi secara cerdas. Jika anda ingin menyikapi iklan yang berbohong mari kita belajar mengkalkulasi. Kita mulai saja dengan hitungan matematika awam. Ambil contoh 1 merk kopi misalnya. Dapat menyediakan hadiah total 15 miliar. Anda bayangkan berapa aset atau harta dari sebuah divisi kopi dari sebuah produsen? Jika anda jeli lihatlah dalam kemasan-kemasan beberapa produk dan jenis kopi kopi susu, kopi moca, permen, makanan ringan anak-anak, dan lain-lain mereka berasal dari 1 produsen. Lalu, setiap jenis produk masing-masing beriklan mengeluarkan jumlah hadiah berpuluh miliad lalu berapa banyak aset atau harta perusahaan itu? Layakkah sebuah perusahaan yang dalam kategori perusahan kecil mengeluarkan dana hadiah melebihi harta dan pendapatan perusahaan? Sebaiknya para produsen mengingat diri agar mengubah bentuk promosi usahanya dengan cara arif, jujur, dan bertanggung seruan Allah dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 185 "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan". Dalam surat lain, surat Annisa ayat 77 "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar". Jika kita mau mencermati fenomena undian dan hadiah dari slogan iklan kita akan menyadari bahwa hal ini akan menjadi sebuah gejala kejiwaan yang tidak sehat yaitu khayal. Berhayal dan berangan-angan mendapatkan uang banyak atau benda yang didapatnya secara mendadak tanpa bekerja akan mengakibatkan jiwa kita menjadi jiwa yang malas, dan menguras energi secara sia-sia. Tentunya fenomena ini harus disikapi dengan kewaspadaan. Mengutip pendapat dan kajian dari Imam Al Ghazali dalam kitabnya yang mahsyur "Ihyaa Ulumudin" mengatakan " ... ketahuilah, bahwa angan-angan panjangmu dapat membangkitkan empat macam sikap buruk; pertama meninggalkan ketaatan dan bermalas-malasan, kedua tidak sempat bertaubat dan selalu menunda-nunda, ketiga rakus di segala bidang kehidupan dan selalu mengejar kehidupan dunia, lalu melalaikan kehidupan akhirat dan yang keempat keras hati dan selalu melupakan akhirat."Di negeri ini konsumen selalu menjadi obyek bulan-bulanan dan tak jarang menjadi obyek penderita dari kesalahan produsen. Barang tak berlabel halal, masa kadalursa, hadiah yang bohong, dan lain-lain kesemuanya itu terjadi karena kita selau membiasakan diri menjadi orang yang rakus, khayal; berharap dapat uang tanpa berusaha. Karena itu kita umat Islam harus mau mengubah cara pandang terhadap hidup ini. Bersikap cerdas dan mawas diri terhadap dekadensi dunia, bersikap kritis terhadap kebohongan iklan dengan tidak tergiur dan jauhi berharap. Jangan mudah tergiur propaganda hadiah. Widya MuktiBintaro Jakarta Selatanwidya_mukti msh/msh

iklan karena rasa tak pernah bohong